catatan terakhir seorang melo(a)nkolis..

pada sebuah buku seorang penulis melankolis tertulis bahwa …melankolis ibarat sebuah buah melon yang berwarna dan punya rasa dan akhirnya kehilangan rasa…

saya membaca sekelumit tentang komunitas ras yang bernama melon..isinya melulu tentang melon dan melankolis, apalah artinya sebuah pembaharuan tanpa adanya semangat yang melulu juga bernuansa polemik pribadi.  saya juga percaya bahwa yang namanya melamkolis pasti semua orang akan merasakannya disaat tersisih, ditinggalkan dan meragu.

saya membacanya dari sisi semangat sajalah, artinya kalau kita melankolis pasti ada ketertarikan fatamorgana terhadap sesuatu hal pasti juga ada indikasinya.  Ketika berucap bertuturkata bahkan berpikir sekalipun orang akan terbawa yang namanya suasana, memanipulasipun terkadang tidak mewakili hasrat si empunya rasa.  Membingungkan yah tulisan saya? jelas bingung karena ini bicara melankolis polemik pribadi yang wacana hanya berbicara tentang perasaan.

indikasi sebuah melankolis akan melahirkan sebuah rasa yang terkadang implisit sifatnya, tidak ragu lagi bahwa yang namanya rasa juga akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku.  Entah datangnya dari mana semua orang juga akan turut berpikir secara hal yang sama, pengaruhnya cukup terasa ketika berbicara menggunakan perasaan.

titik baliknya apakah perlu merasa melankolis? hasilnya apa? positif atau negatif?

saya bukan orang yang harus terbiasa dengan polemik pribadi dan harus menghadapi hal2 seperti ini.  saya pikir tidak ada gunanya melankolis kalau hanya akan mengganggu.  Yang ada saat ini saya adalah tugas real sebagai seorang pekerja dan berusaha maksimal.

Saya juga bukan berusaha untuk menggurui tapi saya berusaha untuk menjadi pribadi yang unik, kalau saja pikiran dan tenaga saya harus berpikir dan diusahakan untuk memikirkan hmmm.. jangan saya deh yang harus memikirkan karena kalau sudah harus berpikir tentunya imbasnya akan terasa tidak enak.

Arogansi dalam pemikiran yang mempengaruhi hati tentunya juga akan menciptakan suatu formula epidemi yang tidak reasonable (terkadang)  tapi juga harus dipikirkan bagaimana meng-create suatu suasana yang dinamis dalam pekerjaan.

saya kalau arogansi mungkin sudah jadi orang yang sangat jahat dan berperilaku aneh tetapi untungnya saya masih diberikan  kerendahan hati dan kemampuan berpikir taktis untuk menyikapi sebuah polemik (bukan melankolis).

pertama jangan samapai kehilangan rasa, dan warna..tajuk pikiran saya berkata jadilah terang jangan jadi gelap. dan jadilah teman jangan jadi musuh dan memusuhi.

jadi kanlah pola pikir kita itu sederhana, dan berpikir kreatif…jangan terkungkung yang namanya situasi..break the wall and prove it that we are the one who have courage to be number one..simply mind itu aja deh yang harus dilakukan dan berjalan sesuai aturan saja.

well boys and girls belajar dari segala situasi itu penting untuk mecermati langkah berpikir kita untuk mendapatkan sesuatu itu harus dengan pengorbanan.

Mari kita belajar dari kekurangan dan akan dipertajam lagi lewat kelebihan sehingga akan menghasilkan sinergi kekuatan untuk mencapai kesuksesan.  Singkirkan dulu yang namanya idealis dan ego jalan satu-satunya adalah memperbaiki sikap dan watak.

saya juga masih belajar kok. seandainya ada kata-kata yang masih kurang berkenan maafkan lah saya yah..

“BE THE WINNER FOR YOURSELF AND BE THE ONE”

EKA NUGRAHA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s