merajut sebuah kepompong

 

Proses sebuah kesadaran mungkin memang harus dari dalam diri sendiri mengingat sebuah pelajaran dalam hal upaya membuat sesuatu bentuk itu pun harus melalui sebuah proses, dan saya yakini bahwa proses itu tidaklah mudah.  Harus yang namanya melalui proses yang menyakitkan bahkan proses pendewasaan.  Saya sangat sadar bahwa jalan yang saya lalui ini penuh dengan kelok, dan ini membuat saya yakin bahwa setiap kelokan nya merupakan bukti bahwa saya harus mencapai sesuatu.  Didepan sana ada harapan ada sebuah kenyataan bahwa semua perjalanan itu akan mencapai titiknya.

Janganlah menjadi seperti anak manja yang selalu ingin dibantu dan dilayani oleh orang tua kita. Karena hal itu sangatlah tidak baik untuk membentuk karakter dan jiwa kita dalam menghadapi kerasnya kehidupan ini.

catatan kaki:

Saat ini masa itu belum tiba, saat ini adalah masa kepompong, berusaha dengan kekuatan diri sendiri melepas belenggu yang mengikat badan satu demi satu, sedikit demi sedikit.  Coba bantu kepompong dengan memotong benang-benang kepompong itu, maka yang keluar adalah ulat, atau makhluk cacat, setengah ulat, setengah kupu-kupu yang mengerikan, bahkan kemungkinan malah akan mati. Usaha diri sediri diperlukan untuk mencapai perubahan bentuk. Berlaku untuk semua makhluk yang belajar, lihat anak-anak burung, bantu dia dengan melempar keudara, ketika kemampuan belum siap, maka akan terjatuh dan mati, lihat anak kura-kura yang belajar menuju pantai berenang ke tengah samudra. Terlempar tetap maju, terjatuh tetap merayap, begitu seterusnya, kalau kita bantu mungkin akan melenyapkan daya juangnya sehingga menjadi lemah dan mati dalam perjalanan.

Sukses ialah bagaimana menjalani rintangan
dengan menjadi diri sendiri, berfungsi
dan melakukan yang terbaik sesuai potensi
dan kapasitas pribadi masing-masing.

 

Keberhasilan adalah hak setiap orang yang mau bersusah-susah dahulu dalam mengejar keberhasilannya. Orang-orang yang akan dapat menikmati keberhasilan hanyalah orang yang memiliki cita-cita dan tekad yang kuat serta mau merasakan kepedihan terlebih dahulu demi mencapai keberhasilannya tersebut.

Jangan pernah menyerah selama kita meyakini sesuatu yang sudah pasti kebenarannya dan pernah dicontohkan walaupun itu harus dilalui dengan kepahitan, kegetiran, dan sesuatu yang tidak disukai, yakinlah ada sesuatu yang manis untuk diperoleh kelak, dan insya Allah kita akan menikmati jerih payah atas apa yang telah kita lakukan ini.

Saya pernah mendapatkan sebuah pelajaran berharga, merangkai sebuah rajutan itu tentunya harus dengan hati-hati dan harus dengan ketelitian, kesabaran dan memerlukan daya dan upaya, jangan pernah merasakan nikmatnya atau suatu keberhasilan dengan tiba-tiba, tapi rasakan pahit dan getirnya sebuah proses itu yang akan membentuk sebuah karakter dan pendewasaan kita.  Saya sempat bertanya bagaimana mungkin perjuangan itu kita lewati tanpa ada peperangan.  Saya berpikir jelas itu merupakan sarana dimana kita harus menebalkan mental untuk terus maju kedepan.

Saat ini rajutan kepompong yang saya awasi selama 4 bulan masih belum apa-apa tetapi saya yakin rajutan itu akan mengikat kuat dan meregangkan semua kisi di dalam kepompong dan memecah menjadi sebuah bentuk.  Hasil akhir yang kita harapkan memang sebuah kesuksesan tetapi tidak juga kalau kita berharap semenit pun jadi.

Saya yakin kepompong yang saya buat akan menghasilkan sesuatu…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s