tentang padi, jasa, dan power..

 

banyak diantara teman-teman manusia menganggap bahwa dirinya bijaksana, arif dan mudah mengerti keadaan.  Alih-alih pendapat itu menurut saya hanya kiasan di depan sebuah kalimat atau bahan bacaan sederhana sebagai paragraf pertama. Berkesan arif tetapi malah menyimpan sebuah maksud, heuheu adakalanya kita harus hidup dari sebuah kiasan contohnya

“Jadilah seperti padi, semakin berisi, semakin menunduk”,
peribahasa yang demikian sering kita dengar, namun tak banyak dari kita yang mempraktekannya. Tak hanya peribahasa di atas yang dapat kita pelajari. So, read kindly, apply and enjoy it!..

Padi telah cukup masak dan berisi sehingga membuat padi itu merunduk. Namun, tetap saja kita mengenal dengan benar apa yang dimaksud dengan padi yang berisi tersebut merunduk atau orang yang rendah hati itu seperti yang bagaimana? Sederhananya,  orang yang rendah hati jarang sekali mengambil contoh dirinya sendiri untuk menasehati orang lain, dan menganggap bahwa ia jauh lebih baik. 

sering kali kita bertemu, entah ditempat kerja, di sekolah, dijalan, atau di tempat umum, yang namanya orang angkuh dan mau menang sendiri itu banyak. mungkin dalam dirinya tidak ada kenginan atau rasa kesombongan akan tetapi dari gerak geriknya, tingkah lakunya, perbuatannya, muncul sebuah penilaian yang seperti diatas. kita mungkin melakukannya tanpa kita sadari, akan tetapi orang disekitar kita yang bisa menilai bahwa ternyata kita memiliki salah satu sifat yang tidak terpuji tersebut.

kita memiliki jabatan, harta, pangkat, maka angkatlah para fakir miskin, anak yatim, dan orang yang sudah tua, makan mereka, hidup mereka, kita memang bukan badan sosial, tetapi sebagai umat muslim kita berkewajiban untuk membantu mereka yang kekurangan semampu kita.

kita memiliki kelebihan kepandaian, bagilah dengan yang lainnya, ilmu kita pengetahuan kita, wawasan kita, sehingga kita bisa mengangkat derajat orang orang disekitar kita.

kita jangan lupa dengan yang namanya jasa baik seseorang, mengapa begitu…

ada kalanya ketika kita susah tentunya ada diantara kita berharap bantuan untuk mencari kesempatan baru dalam dunia pekerjaan atau bisnis.  Dari sini kita bisa mengambil satu contoh, bahwa yang namanya pertemanan ada kalanya positif, mengapa begitu? contoh ketika mendapat kesulitan teman membantu dengan memberikan kesempatan untuk bekerja di tempatnya ketika mata melihat ternyata karir bagus dan memiliki peluang untuk memiliki jabatan yang lebih, tetapi di sisi ini terkadang ada saja lupa dan alpanya terhadap jasa baik seseorang tersebut. sampai-sampai lupa akan kapasitasnya dan masa lalunya yang dulu susah dan tidak berpenghasilan.  Arogansi jadi tiang utama menunjukan power kekuatannya, hmmm… manusia seperti ini sebaiknya akan seperti apa ya seharusnya diperlakukan?

dari pola pikir saja mereka mungkin merasa saat ini sudah berada di puncak keyakinan yang berlebihan tetapi tanpa disadari tembok disekeliling sebenernya memmbelalakan mata akan sifat-sifat seperti itu dan akhirnya jadi pergunjingan dan itu nyata dalam dunia realita, justru tanpa disadarinya banyak yang terlewatkan, posisi terbalik upside down saat ini terjadi yang salah di bela dan yang benar di hasut…sungguh pengalaman yang stupid dan tidak masuk akal apabila kita melihat masa lalunya..saya yakin dengan ini semua yang terjadi tentunya beliau sedang belajar congkak..dan jangan pula berharap tindak tanduknya tidak memancing system imun berkurang..

menurut saya tolak ukurnya adalah money oriented dan power kalau sudah seperti ini harus siap-siap menanggung resiko yah..!!!

sekedar membagi pengalaman saja, semoga membantu dan dapat merubah sifat dan pola pikir manusia yang memiliki karakter seperti ini..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s