socialite vs realita (sikaya VS si “kismin”)

poor vs rich

A socialite is a person who is known to be a part of fashionable society because of his or her regular participation in social activities and fondness for spending a significant amount of time entertaining and being entertained, which can also involve their devoting considerable time and resources to public charitable or philanthropic activities. Socialites are usually in possession of considerable wealth, inherited or self-made, that can sustain their steady attendance at social functions.

atau bisa dibilang socialita itu adalah orang yang dikenal menjadi bagian dari masyarakat modis karena partisipasi biasa nya dalam kegiatan sosial dan kesukaan untuk menghabiskan sejumlah besar waktu menghibur dan dihibur, yang juga dapat melibatkan mengabdikan waktu yang cukup dan sumber daya untuk publik amal atau filantropis kegiatan.  Sosialita biasanya dalam kepemilikan kekayaan yang cukup, mewarisi atau diri-dibuat,yang dapat mempertahankan kehadiran mereka di fungsi stabil sosial …

nah kasusnya adalah kebanyakan masyarakat indonesia meng-klaim kalau dirinya itu adalah atau sebagian dari orang-orang tersebut, ada juga yang seperti itu tetapi tidak mau dikatakan kaum socialita..

“waaah hebat yah pak amrin, sekarang sudah maju dan bergaul dengan kaum jetset dan hidupnya sekarang membaur dengan orang-orang terkenal dan punya jabatan” sapa UDIN

“…..??????…..” saya hanya hmmmmm (thinking) is it?

kalau sudah seperti masyarakat memiliki sebagian besar relationship atau menciptakan sebuah opini publiknya sendiri,

 pas baca tentang kehidupan ‘social climber’ yang notabene ga semakmur hidup sosialita sebenernya tapi maksain ikut gaya hidup mereka sampe rela dipiara datuk or raja minyak atau berhutang kemana-mana bahkan bilang barang-barang bermerk yang mereka punya itu asli padahal palsu ato minjem…, dan yang pastinya dilecehin sama the real socialite karna mereka cuma mau deket supaya dianggap orang kaya.. wah..wah…. kasian ya…(aciet)

nah, yang paling parah adalah, ketika yang tadi itu orang yang meng-klaim dirinya kaum socialita padahal dibalik itu ternyata mereka adalah sebagian juga dari kaum realita yang nota bene dalam tanda kutip adalah orang yang hanya menengah kebawah dan gak punya apa-apa…

well sebelum lanjut saya akan jelaskan dulu..

Realita  adalah kenyataan yang sebenarnya, kondisi yang saat ini terjadi. Beberapa orang selalu mengeluh dengan realita yang mereka alami saat ini, kondisi ekonomi, nasib keluarga, keadaan finansial, dan sebagainya.

kalau sudah membaca penjelasan mengenai realita minus (-) ini yang harus dicermati..

obrolah saya dengan teman saya

“wah saya mau deh jadi kaum socialita yang serba oke dari sisi manapun orang menilai tanpa cela, glamour..makan pagi sampe malem ya di restoran terkenal dan kenal banyak kalangan elit..”

“ngaca dong luu..makan masih di nasi kucing aja kok ya mau jadi kaum socialita”

” weeewwwweeewwww…!!!”

jelas, sudah kalau kita membicarakan kaum yang satu itu (socialita) yang serba wah..

apakah perlu?

Jawaban ada di anda…

Kalau saya hanya menempatkan diri di bagian terbawah saja supaya ketika nanti mencuat  tidak mau jadi ajang publikasi paparazzi..

hehe..

dan buat saya realita itu indah tidak hidup didunia mimpi orang-orang berkantong tebal..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s