Family Gathering

Pada dasarnya hubungan antara karyawan dalam sebuah kantor memang bukan sebuah hubungan hangat. Antara satu karyawan dengan karyawan lain memang hanya dihubungkan oleh sebuah kepentingan pekerjaan. Dari awal pun, pertemuan yang terjadi, hingga bisa sama-sama menghuni sebuah kantor, kan lebih karena alasan ekonomi. Rasanya memang sangat sedikit orang yang mau bergabung dengan sebuah kantor semata-mata karena senang berkumpul dengan karyawan-karyawan di sana tanpa mempedulikan nominal yang mereka peroleh di akhir bulan.

Di sisi lain, hubungan kerja antar karyawan umumnya harus dijalin dalam waktu yang lama. Bukan sebulan dua bulan, tetapi bisa sampai hitungan tahun bahkan puluhan tahun. Sementara itu, umumnya pula, tidak ada proses pendekatan. Teman satu divisi kita kan bukan hasil pedekate yang kita lakukan, tapi melalui proses seleksi yang umumnya diawali oleh pihak HRD, iya kan?

Kalau begitu, terbayang dong repotnya mengharmonisasikan langkah, menyelaraskan kerja team, meminimalisir friksi. Bayangkan, sekumpulan orang yang tiba-tiba ‘dipaksa’ berkumpul dalam suatu perusahaan, ‘dipaksa’ bekerja sama tanpa sebelumnya memiliki hubungan emosional untuk bisa memahami karakter masing-masing. Padahal, sebelum sampai di kantor yang sama pun, mereka masing-masing sudah membawa wataknya sendiri-sendiri.  Nah loh, kalau begini, rasa-rasanya kantor bisa berubah menjadi tempat yang menyiksa, penuh orang-orang yang sulit kita mengerti, sehingga bekerja pun menjadi tidak nyaman, boro-boro bicara soal harmonis. Untungnya, tidak semua perusahaan terpuruk dalam keadaan seperti itu. Masih banyak perusahaan yang mengerti betapa kedekatan antar karyawan dapat dan memang harus terus dibina. Salah satu caranya adalah melalui employee gathering.

Selintas, employee gathering mungkin terlihat begitu remeh dan tidak penting. Hanya serangkaian kegiatan yang dilakukan bersama-sama. Tapi kalau sebuah perusahaan mampu meramu acara employee gatheringnya dengan baik, maka kedekatan antar semua elemen yang kemudian berimbas pada harmonisasi kerja team, akan meningkat.  Karena itu, jangan anggap remeh employee gathering. Jangan pula hanya terjebak dalam acara-acara rutin. Tapi olahlah employee gathering dengan ‘ramuan-acara’ yang baik. Pastikan semua susunan acara memiliki fungsi yang berkesinambungan untuk memberi hasil kedekatan dan perasaan kekeluargaaan dalam sebuah keluarga besar bernama Perusahaan.

 

Family gathering Concept

Advertisements

6 thoughts on “Family Gathering

  1. @iin: saya sekarang pake shell aja lebih murah hahahahaha..makasih om iin…
    @oziie: bukan mengingat tetapi membuka cakrawala, supaya gak karyawan dijadikan sapi perahan tapi sebagai pemimpin tolong buat yang baru pencerahan..
    @nuqee: kalo mau lagi ya saya pelaksana nya lah sebagai EO..itu pun kalo perusahaan MU mau…tapi mau gak yah buat karyawannya mengeluarkan cost yg merupakan sebagai penghargaan..hahahahaha

  2. bangga deh punya teman cerdas yg penuh dgn idea kreativ, membangun….bro sukses ya with ur new company we always support u………!

    1. ⌣†нα̅ηκ чöü‎​​⌣ mba dewi oktafiani pranoto..doanya yah supaya sukses sekelas dengan kantor mu Ɣαήğ itu tuuuuh..”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮‎​​​ sukses juga buuat dewi yah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s