Indahnya berbagi

Sebenarnya sejak dari dulu kita telah melakukan kegiatan berbagi dengan orang lain. Saat kita kecil, kita selalu bermain dengan teman-teman kita, berbagi mainan berbagi ruang dan bahkan berbagi teman pasangan. Saat kita remaja, sudah mengenal kata belajar berkelompok, kita saling berbagi waktu dan tempat, bahkan kita berbagi pikiran saat memecahkan persoalan dan tugas yang diberikan Guru. Menginjak dewasa, kita menemukan pasangan hidup kita, kita pun membaginya dengan orang yang kita kasihi. Membagi sebagian hidup kiita dengannya, membagi suka dan duka, membagi tempat yang menaungi kita hingga ranjang yang kita gunakan untuk melepaskan segala beban dan kepenatan untuk beristirahat.. Sungguh indah jika kita bisa meruntut apa yang telah kita dapatkan dan apa yang telah kita bagikan dengan orang lain.

Airmata yang kini mengucur deras diwajah mereka, duka yang mendalam, perih dan hancurnya asa yang telah terenggut dalam sesaat.. menorehkan catatan keprihatinan yang semestinya kita tindaklanjuti..

Lepaskan jiwa dari belenggu dunia. Ingatlah sesungguhnya harta dan dunia ini adalah amanah- Nya agar kita berbagi dengan sesama. Janganlah kita menyumbat aliran rahmat- Nya dengan sikap tak mau berbagi. Bakhil hanya akan membelenggu diri. Apalagi saat roda kehidupan terhenti alias maut menjemput, harta yang telah menjerat jiwanya di dunia itu juga akan menjerat pula di akhirat. Naudzubillah.

Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali Imran [3]: 180)

Saat kita memberi, secara psikis Allah telah melepaskan jiwa ini dari belenggu cinta dunia. Jiwa ini merdeka dari perbudakan harta. Secara sosial, didekatkan hati-hati sesama saling kasih sayang dan senyum yang menyegarkan jiwa ini.

Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abu Darda, bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya, “Inginkah kalian mendapatkan dua hal, yakni mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan yang hakiki, serta terpenuhinya segala kebutuhan hidup kalian?”

Para sahabat menjawab: “Benar ya Rasul, kami menginginkan hal itu.”  Rasul pun menjawab: “Sayangilah anak-anak yatim; usaplah kepalanya (bertanggung jawab serta memperhatikan kehidupan mereka), dan berilah makanan dari sebagian makanan yang kalian makan (untuk para dhu’afa dan fakir miskin); maka pasti kalian akan mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan yang hakiki, serta terpenuhi kebutuhan kalian.”
Tunggu apalagi, mari sobat, kita belajar bebagi mulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal yang kecil yang bisa kita lakukan, selamat berbagi dan merasakan kebahagiaan yang akan kita rasakan..

Advertisements

One thought on “Indahnya berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s